
KOPERZONE - Perayaan Tahun Baru Imlek tahun ini terasa semakin istimewa dengan digelarnya Imlek Festival 2026 di Lapangan Banteng. Mengangkat tema “Rayakan Keberagaman dalam Harmoni Imlek Nusantara”, festival yang berlangsung pada 22 Februari hingga 3 Maret 2026 ini menjadi simbol persatuan dalam balutan tradisi dan budaya.
Sejak sore hari, ribuan warga mulai memadati kawasan Lapangan Banteng. Lampion-lampion merah yang menggantung indah menghiasi area acara, menghadirkan suasana khas perayaan Imlek yang hangat dan semarak. Berbagai pertunjukan seni tradisional seperti barongsai dan tari naga menjadi daya tarik utama. Gerakan energik para penari dengan kostum naga berwarna emas-merah sukses memukau pengunjung yang memenuhi arena pertunjukan.
Festival ini digelar setiap hari mulai pukul 15.00 hingga 22.00 WIB dan terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya. Tak hanya pertunjukan budaya, pengunjung juga dapat menikmati aneka kuliner khas Tionghoa dan Nusantara, serta menjelajahi stan UMKM yang menawarkan produk kreatif mulai dari kerajinan tangan hingga fesyen bernuansa etnik.
Kehadiran Wakil Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Ketua Umum Imlek Nasional, Irene Umar, menjadi sorotan dalam pembukaan acara. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa Imlek Festival merupakan cerminan nyata dari semangat kebhinekaan Indonesia.
“Perayaan Imlek hari ini bukan hanya milik satu komunitas, tetapi milik seluruh bangsa Indonesia. Inilah wajah Indonesia yang sesungguhnya—beragam, namun tetap satu dalam harmoni,” ujarnya, Minggu (22/2/2026).
Ia juga menekankan bahwa festival budaya seperti ini memiliki dampak signifikan terhadap sektor ekonomi kreatif. Kegiatan berbasis budaya dinilai mampu membuka peluang usaha, menggerakkan pelaku UMKM, serta memperkuat ekosistem industri kreatif nasional.
Antusiasme masyarakat terlihat dari padatnya area pertunjukan dan stan kuliner setiap harinya. Banyak keluarga datang bersama anak-anak untuk menikmati suasana sekaligus mengenalkan nilai-nilai toleransi dan keberagaman sejak dini.
Imlek Festival 2026 bukan sekadar agenda tahunan, tetapi juga panggung kebersamaan yang mempertemukan tradisi, kreativitas, dan semangat persatuan. Di tengah gemerlap lampion dan dentuman musik barongsai, pesan harmoni dan keberagaman terasa semakin kuat menggema di jantung ibu kota.
Hadir juga dalam acara ini, Ketua Dewan Penyantun Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI), Abraham Rudi dan Menteri Perumahan dan Pemukiman (PMP) Maruarar Sirait. (FS)***