Try Sutrisno (Istimewa) Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno Wafat, Indonesia Berduka Kehilangan Putra Terbaik Bangsa
Sunday, 01 Mar 2026 17:00 pm

Koperzone

KOPERZONE - Kabar duka menyelimuti bangsa Indonesia. Jenderal TNI (Purn) H. Try Sutrisno bin Subandi, Wakil Presiden Republik Indonesia ke-6, wafat pada Senin (2/3/2026) pukul 06.58 WIB di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto. Kepergian tokoh militer sekaligus negarawan senior tersebut menjadi kehilangan besar bagi bangsa yang pernah ia abdikan sepanjang hidupnya.

Pihak keluarga dalam pernyataan resminya menyampaikan permohonan maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan almarhum semasa hidup, serta memohon doa agar seluruh amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT. Ucapan belasungkawa pun mengalir dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh pemerintahan, pimpinan TNI, hingga masyarakat luas yang mengenal kiprah dan dedikasinya.

Try Sutrisno lahir di Surabaya pada 15 November 1935 dan tumbuh dalam lingkungan yang membentuk karakter disiplin serta kecintaan terhadap Tanah Air. Sejak muda, ia memilih jalan pengabdian melalui dunia militer. Kariernya di TNI Angkatan Darat ditempa melalui berbagai penugasan strategis yang menuntut ketegasan, ketahanan mental, dan kepemimpinan di lapangan. Ia dikenal sebagai perwira yang memiliki komitmen kuat terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Perjalanan kariernya terus menanjak hingga dipercaya memegang berbagai jabatan penting, termasuk sebagai Kepala Staf Angkatan Darat dan kemudian Panglima ABRI. Dalam posisi tersebut, ia berada di garda terdepan dalam menjaga stabilitas nasional pada masa yang penuh dinamika politik dan sosial. Kepemimpinannya dikenal tegas namun terukur, dengan orientasi pada soliditas internal militer dan stabilitas keamanan negara.

Puncak pengabdian Try Sutrisno dalam pemerintahan terjadi ketika ia dipercaya menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia periode 1993–1998. Dalam kapasitas tersebut, ia mendampingi Presiden Soeharto pada masa-masa yang menentukan dalam sejarah Indonesia, termasuk menghadapi tekanan ekonomi dan dinamika politik yang akhirnya mengantarkan bangsa ini memasuki era Reformasi. Peran dan posisinya pada periode tersebut menjadi bagian penting dalam catatan perjalanan ketatanegaraan Indonesia.

Sebagai tokoh yang lahir dari institusi militer dan kemudian masuk ke ranah pemerintahan sipil, Try Sutrisno dinilai mampu menjembatani komunikasi antara kepentingan pertahanan dan kebijakan nasional. Ia dikenal tidak banyak berbicara di ruang publik, namun memiliki pengaruh kuat dalam pengambilan keputusan strategis di lingkup pemerintahan.

Setelah menyelesaikan masa jabatannya sebagai Wakil Presiden, Try Sutrisno lebih banyak menjalani kehidupan yang tenang dan tidak terlibat aktif dalam politik praktis. Meski demikian, pandangan dan sikapnya kerap menjadi rujukan moral dan pertimbangan bagi kalangan tertentu, terutama terkait isu kebangsaan dan pertahanan negara. Sosoknya tetap dihormati sebagai figur senior yang memiliki pengalaman panjang dalam mengawal perjalanan bangsa.

Jenazah almarhum dimandikan di RSPAD sebelum dibawa ke rumah duka di Jalan Purwakarta Nomor 6, Menteng, Jakarta Pusat. Sholat jenazah dijadwalkan dilaksanakan ba’da Dzuhur di Masjid Sunda Kelapa. Setelah itu, almarhum akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata Blok M 131 sebagai bentuk penghormatan negara atas jasa dan pengabdiannya.

Kepergian Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno bukan sekadar kehilangan bagi keluarga besar, tetapi juga bagi bangsa Indonesia yang pernah merasakan kontribusi dan kepemimpinannya di masa-masa penting sejarah nasional. Sosoknya akan dikenang sebagai prajurit, pemimpin, dan negarawan yang mengabdikan hampir seluruh hidupnya untuk negara.

Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa almarhum, menerima seluruh amal ibadahnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. (FS)***